Follow Me @intanyputri.edyson

Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

If This Is Just A Dream - Coretan Tengah Malam

21.53.00 0 Comments
If This Just A Dream


Kau datang begitu tiba-tiba, saat aku benar-benar putus asa.
Mengisi setiap ingatan yang mungkin tak pernah tersimpan dalam memoriku sebelumnya.
Kau tersenyum, tertawa, bahkan berbincang dengan ku.
Seakan begitu mengenalku, dan kita seakan telah saling mengenal jauh sebelum itu.
Aku ingin bertanya, namun seakan pertanyaan itu terhenti di ujung lidahku.
Aku merindukan mu, merindukan sosok yang tak pernah ku fikirkan sebelumnya.
Aku merindukan sesorang yang tak pernah ku kenal sebelumnya.

Kau seperti bayangan akan masa laluku,
kau seakan telah menjadi bagian dari sedih dan suka ku.
Dan aku merindukanmu karena alasan yang tak masuk akal itu. Merindukan seseorang yang tak dapat ku kenali.
Ahh,, begitukah?

Terkadang aku bingung tentang mu, tentang siapa dirimu, tentang siapakah kita?
Kau benarkah hanya seseorang yang tak ku kenal ataukah seseorang yang telah ku lupukan? seperti ingatan yang tak ku miliki, benarkah?
Kau? Nyatakah dirimu, atau kau hanya bagian dari ciptaan ilusi ku? Seseorang yang terperangkap dalam mimpiku.
itulah pertanyaan yang tersendat di ujung lidahku.
Dapatkah aku bertemu dengan mu untuk sesuatu yang nyata bagi ku dan nyata pula bagi mu?
Meski kecewa, jika memang kau hanya ada dalam "mimpiku" tak apa. Tak apa ... Teruslah menjadi mimpiku,,
Menjadi teman untuk diriku yang selalu sendirian.

Jika memang benar kau terperangkap dalam mimpiku, dan kau nyata dalam mimpiku, jika kau tak dapat menghampiriku maka tak apa bagi ku jika aku yang harus menggapaimu. Jika kau nyata dalam mimpiku maka akupun rela untuk tidur selamnya hanya untuk memimpikan mu. Karena meski ini begitu mengesalkan namun bagi ku kau tetap mimpi indah ku,,
Jangan menyuruhku untuk pulang jika kau tak mampu untuk mengantar ku dan tak mengizinkanku untuk membawamu bersamaku. Jangan pernah membangunkan aku jika kau tak pernah bisa memanggilku seperti orang lain memanggilku. Jangan pernah bangunkan aku jika suaramu hanya terdengar di telinga ku. Jangan pernah membangunkan ku jika aku masih belum bisa menggenggam erat tangan mu seperti aku menggenggam erat tangan mereka. Jangan Pernah berani membangunkan ku jika kau belum menjadi nyata di dunia ku. Aku akan terbangun ketika kau memanggilku seperti mereka memanggilku.

Tak bisakah kita hidup di Dunia nyata?


Dear Ingatan yang tak kumiliki,
Intan Queen

Senin, 05 Oktober 2015

Mencoba Cinta pada Diri Sendiri

21.01.00 0 Comments
Kau Tidak Sendiri
Mencoba Mencintai Diri Sendiri

Untuk siapapun diluar sana, tulisan ini untuk kalian yang benar-benar merasakan kekejaman hidup.
Untuk siapapun diluar sana yang tak memiliki siapapun, bahkan untuk sesaat kau kira dirimu pun bukan milikmu.
Yang ingin ku katakan adalah, saat duniamu benar-benar seakan sekecil tempurung bayi kura-kura. namun, begitu berat seakan kau sedang memikul 10 gas ElPiJi 13Kg di pundakmu, saat kau berfikir bahwa tak satupun makhluk bearada disisimu. Satu hal yang perlu kau tahu, aku mengerti perasaanmu. Satu hal yang harus kau tahu bahwa kita berada dalam satu perahu yang sama.

Kau tahu, terkadang untuk satu keadaan ku rasa tak masalah jika kau mengutuk semua orang yang melukai mu, kurasa tak apa jika kau harus menunjukkan perasaanmu. Bencilah mereka sesuka hatimu, namun kuharap jangan benci dirimu meski kau ingin. Jangan biarkan mereka juga mengambil dirimu setelah mereka merenggut kebahagiaanmu. Setidaknya sisakan satu untuk dirimu sendiri. Apa itu? Kepercayaan. Kau harus tetap menyisakan kepercayaan terhadap dirimu sendiri.

Coba tutup mata dan telinga mu untuk satu kesempatan. Bayangkan saat semua orang yang melukaimu berdiri di sekeliling mu sambil menunjuk kearahmu sedangkan kau duduk di lantai sambil memeluk kedua lututmu. Lalu tanpa kau sadari ada satu orang yang sangat kau kenal melebihi siapapun di Dunia ini. Dia berdiri di barisan paling depan, pada saat itu apa yang kau harapkan dari dia?

Pilihan pertama orang itu akan ikut menunjuk kearahmu dengan tatapan tak suka, dengan tatapan paling mengerikan didunia. Dia orang yang paling kau kenal dan yang paling mengenal dirimu. Dan untuk saat itu dia juga orang yang paling membenci mu.

Pilihan kedua, Orang itu akan melangkahkan kakinya berjalan setapak demi setapak mendekatimu hingga ia berhenti tepat di hadapanmu. Mengulurkan tangannya kearahmu, dia tak tersenyum seperti yang kau harapkan, namun dia menangis,, meski begitu ku rasa tangisan itu sepertinya bisa menenangkan hatimu. Karena setidaknya kau tidak sedang menangis sendirian, kan? untuk saat itu kurasa dialah orang yang paling mencintaimu.

Kau tahu, untuk pilihan pertama kau akan mendapatkannya jika kau menyalahkan dirimu atas semua keadaan ini. Pilihan pertama adalah untuk orang yang membenci dirinya sendiri untuk semua yang dia alami. Menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, menyalahkan diri karena ternyata hidup tak berjalan sesuai keinginan.

Untuk pilihan kedua adalah untuk kamu yang mencoba bertahan meski sebenarnya semenitpun kau tak akan mampu lagi berdiri. Meski semua orang menilai rendah dirimu, semua orang tak menganggap serius keberadaanmu, saat semua orang tutup mata atas penderitaanmu setidaknya tetaplah memiliki diri sendiri disisimu, menangislah bersama sisi lain dari dirimu. setidaknya kau masih memiliki satu yang tersisa untukmu.

Sekeras apapun mereka berteriak mengatakan bahwa mereka ada disisimu, namun sebenarnya yang selalu berada disisimu adalah "kamu" sisi lain dari dirimu yang kau benci. Teman? apa kau percaya ada teman yang lebih baik dari dirimu sendiri? Apa kau percaya kau memiliki satu teman yang bisa kau percaya melebihi dirimu sendiri? Untuk orang seperti ku sepertinya tidak. Ya, aku memang butuh mereka, namun aku sadar aku tak bisa berharap banyak dari mereka. Aku tak bisa menuntut apapun dari mereka, memiliki mereka yang masih menghafal namaku saja itu sudah lebih dari cukup, lalu apa lagi yang bisa ku harapkan, mereka tak akan mengerti apa yang ku rasa, yahh setidaknya tak semengerti aku yang mengerti diriku sendiri.
Aku mencintai mereka, namun tetap aku tak bisa menuntut balasan dari mereka, kan?

Yang ingin ku katakan adalah, menagislah ketika kau berfikir seakan kepala mu akan meledak. Bencilah bila memang sabarmu ternyata tak cukup membuahkan hasil. Namun satu, jangan sampai kau kehilangan dirimu sendiri. Saat kau kehilangan dirimu maka mereka-pun akan ikut menghilang tanpa kau sadari dan kau akan menjadi satu-satunya manusia yang paling kesepian.

Cintailah dirimu,
Pegang erat hati yang susah payah kau lindungi namun tetap terluka juga. Mungkin mereka memang telah melukai hatimu, namun rasa sakitnya tak sebanding saat kau menggores hati yang lemah itu dengan tangan mu sendiri.
Dan ingatlah orang yang seperti aku, orang yang sama seperti mu, orang-rang yang seperti kita ada banyak didunia ini meski kau tak bisa melihatnya. Kau tak sendiri, kau tidak sedang mengis sendiri. Kau tak pernah sendiri...

Jumat, 29 Mei 2015

Untuk Apa di Cari?

01.22.00 0 Comments
Dear,
haruskah ku cari sesuatu yang telah hilang? bukankah dia menghilang karena ingin pergi? lalu untuk apa ku cari.
memang benar ini Cinta, Namun aku pun tak mungkin memaksanya untuk tinggal jika memang dia ingin pergi.
untuk apa ku tahan, jika dia tinggal namun terpaksa
Biar saja dia pergi, jika memang benar dia cinta maka dia akan kembali tanpa perlu ku minta, tanpa perlu ku paksa.
Jika memang itu Cinta, maka dia yang akan mencari sesuatu yang telah di tinggalkannya untuk didapatkan kembali padanya.
namun, itu-pun jika memang pada saat itu aku masih berada di tempat yang sama.
Cinta manusia itu bisa berubah kapan saja dengan begitu mudahnya!